Senin, 08 Juni 2009

Sejak Bunyi Pertama

Seorang lelaki bermaksud memberikan kejutan kepada istri yang berulang tahun. Saat itu keduanya masih berada dalam perjalanan pulang ke rumah.

"Sayang, ada kejutan untukmu. Tapi, aku ingin kau tutup matamu dengan sapu tangan sampai kupinta kau membukanya," ujar sang suami.
"No problem darling..." jawab istrinya.

Setiba di rumah mereka, sang istri dengan mata tertutup sapu tangan merasa mulas. Lalu, dia meminta suaminya untuk mengambilkan air minum.
Di saat suaminya ke dapur, si istri ternyata mengentut. Duuut... Hening.

Ketika suaminya kembali, si istri merasa mulas lagi. Dia meminta suaminya untuk membuatkan minum lagi. Saat sang suami berada di dapur, si istri ngentut lagi. Dut..Duuuut.... Seirama.

Pucuk dicinta ulam tiba! Setelah suaminya kembali, sang istri mengucapkan terima kasih. Suaminya lalu membolehkan istrinya untuk membuka penutup matanya.

Jreng jreng! Ternyata di belakang si istri ada kedua mertua dan beberapa kerabat.
Dengan malu-malu, perempuan muda itu bertanya kepada mertuanya.

"Lho, Bapak dan Ibu sudah lama di sini?" tanya istri lelaki tadi.
Dengan kompak, mertuanya menjawab, "Sejak bunyi pertama."

---Dari beberapa sumber, saya edit ulang---

Eko Prasetyo
(kulihat malam merendah mengibar kerudungmu)