Rabu, 10 Juni 2009

Kumpulan puisi "tawuran"

Tawuran (1)

Teringat aku suatu malam
Di rumah seorang rekan
Dekat tempat orang-orang Jakarta suka mencari ikan

"Pletuk, Bang, Bang!"
Suara Batu menimpa atap kelabu

"Anak-anak itu lagi!"
Sang ibu memaki!
"Tawuran seperti biasa"
"Hei! Kalian cari masalah!"
"Awas kalau sekali lagi batu menimpa rumah ini lagi!"
"Saya tidak takut! Sana pergi!"


Tawuran (2): Gunung Es

Bukankah mereka begitu gelisah?
Adakah tempat mereka berkarya?
Adakah wadah tempat berbagi resah?

Bukankah mereka sedang kaya emosi?
Adakah tempat mereka bisa berekspresi?
Adakah yang mau mendengar saat mereka ingin berbagi?

Bukankah mereka sedang kaya energi?
Adakah tempat di mana mereka bisa olahraga, berlari?
Adakah seorang yang mau mengerti?


Tawuran (3) : Kesenjangan

Jumat, seperti biasa
Muncul seorang kawan dengan luka di dahinya
Sementara darah segar mengalir
Kawan lain bergerak mencari kassa

"Tahu tidak?"
kisahnya..

""Tubir kali ini, lawan melempar batu sambil memaki"
"Babe loe tuh tukang korupsi!"

Salam
Puti