Kamis, 20 Oktober 2011

My Stupid Boss

Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.
~J.K. Rowling~

Stephen King pernah mengatakan, ”Untuk menjadi penulis, yang dibutuhkan hanya kemauan keras untuk menulis dan kemudian mempraktikkannya.” Menurut dia, orang yang hanya memiliki kemauan menulis, tapi tak pernah melakukannya, ia sama dengan bermimpi untuk memiliki mobil tanpa berusaha dan bekerja keras untuk memilikinya.

Agaknya, ”petuah” King tersebut dicamkan betul oleh Chaos@work (nama samaran). Ia mengumpulkan unek-unek dan pengalamannya selama bekerja di Malaysia dalam bentuk tulisan. Seluruh kisah nyata itu di-posting di blog.

Hebatnya, pengalaman gokil si penulis (Chaos@work) diterbitkan oleh Demedia Pustaka. Buku setebal 200 halaman ini cukup mengharukan sekaligus mampu mengocok perut pembaca. Isi buku ini menceritakan pengalaman si penulis dengan bosnya yang dianggap paling edan. Cerita unik dan aneh di dalam buku terbitan 2009 ini niscaya bisa dilahap tak sampai satu jam! Buktikan sendiri, tapi saran saya: jangan baca buku tersebut di kantor.

Berikut cuplikan isi buku My Stupid Boss.

Si Boss punya satu dealer baru, namanya Ah Cay, yang juga temen akrab dia waktu di Amrik. Karena temen akrab, si Boss kasih harga luar biasa murah.

Ujung-ujungnya, dia nggerundel sendiri.

Boss : Gak usah ladenin si Ah Cay! Dia juga beli service murah kek gitu!
Gue : Loh, kan Bapak yang kasih harga?
Boss : Habis, dia paksa turun terus! Kalo dia minta mesinnya diambil, bilang aja barang gak ada!
Gue : Kalo dia datang ke pabrik?
Boss : Bilang aja sibuk! Kamu buat list utang-utang si Ah Cay. Kamu tagih ke dia. Yang belum jatuh tempo pun tagih! Ngomong kasar aja langsung! Bilang mau ambil barang boleh, tapi bayar dulu dong!

Ya udah, akhirnya gue ngomong gitu ke Ah Cay.

Apa yang terjadi?

Si Boss dateng ke gue ngomel-ngomel,

“Saya barusan ketemu si Ah Cay. Katanya dia gak happy sama kamu. Kamu judes banget sih. Udah deh, kamu gak usah urusan sama dia. Lagian, ini kan urusan Sales. Kamu kan bukan Sales. Jadi bukan urusan kamu!”

Boss : Kamu atur kerja di bengkel gak bener ini.
Gue : Maksudnya?
Boss : Masak udah dua bulan mobil si Ah Tek belum kelar juga!
Gue : Kan waktu itu lagi ngerjain punya Ah Tek, tapi Bapak stop suruh bikin punya Dato’ Din dulu..
Boss : Mestinya sih enggak.
Gue : Lah, Bapak yang kasih perintah kok. Kita meeting sama orang bengkel kan waktu itu. Minutes meeting-nya masih ada kok!
Boss : Iya, tapi semuanya jadi stuck nih.
Gue : Yah, Bapak jangan komplen ke saya. Kan Bapak yang atur.
Boss : Mestinya sih bukan saya yang ngatur gitu..

Ya udah, mestinya sih genderuwo yang ngatur!!

*****

Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari buku My Stupid Boss.

Pertama, jika Anda jadi pengusaha, hati-hati apabila akan menerima karyawan. Jangan sampai Anda malah menjadi objek cerita andai si karyawan berniat jadi penulis. Hahaha.

Kedua, Chaos@work membuktikan bahwa seorang ”Tenaga Kerja Indonesia (TKI)” pun bisa menulis (buku). Menulis dari hal yang sederhana berdasar pengalaman sendiri. Sebagaimana diungkapkan J.K. Rowling, ”Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.”

Referensi:
Buku My Stupid Boss

Tidak ada komentar: