Minggu, 03 Januari 2010

Kapsul Kecerdasan

Solusi cepat bagi para pelajar yang mengalami hambatan berprestasi atau meraih jenjang pendidikan lanjutan ternyata cukup banyak diminati belakangan ini. Namun, solusi itu bukan berupa kursus yang sudah biasa ditawarkan oleh LBB (Lembaga Bimbingan Belajar), tetapi berupa kapsul.

Ya, namanya Kapsul Kecerdasan. Kapsul tersebut diproduksi oleh sebuah lembaga bernama Bioenergi Center yang berpusat di DI Yogyakarta. Meski harganya sangat mahal untuk sebuah kapsul, namun kapsul ini ternyata diminati.

"Yang paling banyak diminati adalah Kapsul Kecerdasan untuk persiapan masuk SMP/SMU favorit, yang harganya Rp 9 juta per biji. Ini dimungkinkan karena memang kapsul ini mampu meningkatkan daya ingat dan daya tangkap sehingga siswa bisa lancar saat ujian," ujar Kamsi, staf bagian customer service Bioenergi, pekan lalu.

Harga termurah Kapsul Kecerdasan adalah Rp 1.250.000 per butir. Harga termahal, yang disebut dengan Kapsul Super, mencapai Rp 30 juta per butir.

Namun begitu, Kamsi enggan mengungkapkan cara kerja kapsul tersebut hingga bisa meningkatkan kecerdasan bagi yang mengkonsumsinya. Namun dijelaskan, bahwa kapsul tersebut ditemukan berdasarkan penelitian dan pengembangan oleh si penemu, yaitu Dr Syaiful M. Maghsri DN Med MPH, yang juga pendiri Bioenergi Center.

“Saya tidak bisa menjelaskan apa formulanya, kalau berkenan bisa langsung ke mari untuk saya pertemukan dengan bapak Dr Syaiful,” ujar Kamsi.

Kapsul super

Dicontohkan oleh Kamsi, seorang lulusan SMA yang hendak masuk perguruan tinggi negeri bisa memilih dua kapsul yang cocok. Bila ingin memilih jurusan standar, pembeli "cukup" merogoh kocek sebesar Rp 15 juta untuk mendapatkan sebutir kapsul Super 1. Sedangkan untuk jurusan favorit dan sarat dengan pengetahuan ilmiah dan bahasa asing,-- seperti jurusan kedokteran, si pembeli perlu mengeluarkan Rp 30 juta untuk mendapatkan kapsul Super 2.

Berdasarkan catatan Kamsi, konsumen Kapsul Kecerdasan itu tak hanya dari Yogyakarta dan sekitarnya. Kapsul seharga jutaan rupiah ini juga dipesan oleh konsumen dari sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong, Belanda, dan Inggris.

"Kapsul ini beda dengan produk herbal. Produk herbal kami juga punya dan harganya lebih murah, yaitu hanya Rp 175.000, berbentuk kapsul dalam botol isi 120 buah untuk konsumsi selama sebulan," paparnya.

Kapsul Kecerdasan, lanjut Kamsi, lebih dijamin khasiatnya dan lebih cepat proses kerjanya daripada produk herbal. Hanya saja, pemberian kapsul yang mengandung bioenergi ini tidak bisa sembarangan tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Kapsul Kecerdasan yang diberikan untuk anak TK misalnya, berbeda dengan untuk anak SD kelas 3, SD kelas 4, SMP, atau SMA yang mau masuk perguruan tinggi. Bahkan, meski sama-sama untuk konsumsi anak kelas 3 SD pun, belum tentu sama formulanya. Masih harus dilihat hambatan apa yang dialami si anak," jelasnya.

Jadi, sebelum memesan, kata Kamsi, pemesan harus menuliskan nama anak yang akan mengonsumsi, nama orangtua, agama, dan tanggal lahirnya. Kemudian yang bersangkutan menjelaskan permasalahan atau kesulitan yang dihadapi.

"Misalnya, anak itu susah makan, daya ingatnya lemah, dalam pergaulan minder dan kurang berani, maka anak ini akan mendapat formula khusus," ujar wanita yang sudah bergabung dengan Bioenergi Center sejak tiga tahun ini.

Tak hanya itu. Kamsi mengatakan, kapsul tersebut juga bisa memengaruhi perilaku seorang anak sehingga bisa lebih patuh pada orangtua. "Intinya kapsul ini bisa menekan energi negatif, sehingga pribadi yang bersangkutan dapat perlindungan dari energi positif," tuturnya.

Meski mengaku kapsul ini cukup banyak diminati, Kamsi enggan mengungkapkan berapa omzet penjualan per hari. Alasannya adalah rahasia perusahaan.

Salam
LTF-Surya

Three High Level Collaborations

(sharing pengalaman)

Sebuah ungkapan yang memang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata biasa. Seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Bayangkan sebuah mekanisme pelatihan dengan 3 pilar yang saling mendukung satu sama lain. Seandainya saja metode ini terus dikembangkan dan menjadi acuan dalam peningkatan mutu guru di Indonesia, sepertinya kita tidak perlu menunggu lama untuk mewujudkan sekolah-sekolah impian. Sangat mudah, sangat menantang, dan memang menjadikan para guru menjadi sangat ambisius. Muncul kepercayaan diri bahwa mereka harus berubah dan menjadi yang terbaik.

Hanya dengan sebuah niat Baik untuk membantu Madrasah di Kemang - Bogor, saya bisa melakukan eksperimen kolaborasi antara Pak Agi Rahmat(Dunamis, seorang motivator yang peduli dengan pendidikan), Pak Agung S. Wibowo (Murid Susan Stangel FEE), dan Pak Muzi Marpaung (Pakar Pengembang Eksperimen Sains).

Konsep yang sederhana yang kami tawarkan untuk berbagi tugas. Mas Agi, begitu saya memanggilnya bertugas untuk merubah paradigma guru. Merubah mind set dan menemuka visi-misi dirinya untuk apa dan eksistensi seperti apa yang paling mereka inginkan dan yang mampu mereka lakukan. Dahsyatnya, setelah guru merasa kebingungan ketika sesi paradigm shifting, dalam sesi visioning guru-guru menjadi ketagihan karena merasa sudah menemukan jati dirinya. Tentunya setelah melalui proses panjang untuk mendeskripsikan jati dirinya setahap demi setahap.

Mas Agung bertugas untuk melatih bagaimana konsep-konsep dasar pengajaran sains dan memahami kurikulum dengan mudah. Guru-guru diajak untuk merasakan bagaimana sebuah proses ideal KBM berlangsung secara nyata. Guru bahkan diharuskan menjadikan dirinya seperti murid-muridnya dan merasakan dampak sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga kesenjangan guru dalam memahami pengajaran hanya sebatas dari buku pelajaran menjadi sirna dan tertantang untuk melakukan segala macam upaya untuk mencapai pelayanan terbaiknya. Guru-guru semakin kaya dengan metodologi dan ide-ide liar yang memang muncul selama pelatihan.

Bang Muzi, beliau bertugas untuk memperkaya ide-ide percobaan sains. Bahkan percobaan-percobaan yang diberikan selalu diakhiri dengan pengembangan dan menantang inovasi kepada guru-guru. Mereka tidak diajarkan tetapi bagaimana mengajak peserta untuk merasakan suasana menantang dan penasaran dari percobaan satu ke percobaan lainnya. Bisa ditebak, ide-ide nakal dan liar semakin hari semakin dahsyat.

Pola ini kalau terus simultan digerakkan, saya yakin akan terjadi sebuah gerakan bola salju yang luar biasa. Bisa kita bayangkan ketika mengajar menjadi sebuah kebutuhan diri dengan itikad pelayanan terbaik (service excellent) dilakukan setiap saat. Bisa dipastikan beberapa tahun kedepan akan lahir para pemimpin, saintis, ahli ekonomi, ahli teknik, dokter, dan sebagainya yang semuanya memiliki dedikasi tinggi akibat terpengaruh oleh performa guru ketika ia belajar di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan terus maju dengan ide-ide dan tema-tema yang lebih dahsyat.

Salam,
Sopyan

Cybercrime

Penulis: IGN Mantra - detikinet*

Beberapa hari lalu, berkumpul sekitar 300 delegasi dari berbagai penjuru negara ASEAN dan China CERT (Computer Emergency and Response Team) untuk menghadiri konferensi tahunan keamanan informasi dan penggulangannya.

Perwakilan dari Negara ASEAN adalah Vietnam, Kamboja, Laos, Filipina, Malaysia, Brunei dan Indonesia, sedangkan perwakilan dari China hampir seluruh pemerintahan daerah/propinsi di wilayah China, ISP, perusahaan keamanan dan akademisi.

Agenda yang paling krusial untuk dibicarakan dalam konferensi kali ini adalah pertumbuhan cybercrime yang semakin meningkat dan jumlah pengguna internet yang semakin menggila. Para peserta sadar bahwa dunia internet seperti menggarami laut, berapa pun bandwidth yang di penetrasi ke pasar habis tanpa sisa, para pengguna internet benar-benar haus informasi dari internet.

Hal yang sangat mencengangkan kali ini adalah pengguna internet China sudah mencapai angka 380 juta user, melebihi jumlah user manapun di dunia ini, jumlah penduduk China sekitar 1,5 miliar, dan pengguna internet ini tumbuh terus seperti gurita, dan pemerintah China sangat concern untuk melindungi rakyat dan generasi muda mereka.

Yang sangat tidak disukai pemerintah China adalah pornografi, mereka mempekerjakan sekitar 30.000 karyawan lepas untuk terus menerus mengupdate database filtering pornografi, situs jejaring Facebook, blogger dan beberapa account lain yang menurut mereka tidak perlu dikonsumsi rakyat China. Dan ini sudah dicoba oleh penulis untuk search berbagai situs yang biasa diakses di Indonesia, semuanya terblok.

Hal lain yang dibicarakan dalam konferensi ini adalah ceremony dan penyusunan CNVD (China Vulnerability Database) yang diwajibkan bagi pemilik situs-situs e-commerce China seperti penerbangan, perbankan, keuangan, pasar saham termasuk layanan pemerintah pusat dan daerah dan lainnya.

Hal ini dibuat sebagai standard keberadaan situs-situs e-commerce tersebut untuk dapat beroperasi dengan baik dan benar, tidak merugikan pelanggan dan dapat tumbuh dengan cepat dan berkesinambungan.

Bagi negara ASEAN, pemerintah China berharap dapat bekerja sama yang baik, saling membantu dan melindungi/proteksi masing-masing negara dari berbagai kejahatan cybercrime, pemerintah China menyadari masukan dari delegasi negara ASEAN bahwa serangan terbesar ke server-server internet berasal dari IP China dan USA.

Pertumbuhan user internet saat ini menggurita, hasil diskusi dengan delegasi negara-negara ASEAN, rata-rata mengatakan dipicu dengan keberadaan device dan handset yang dapat koneksi ke internet, seperti handphone, netbook, game player dan sebagainya, bahkan 1 orang dapat memiliki 2 sampai 5 device yang dapat digunakan untuk koneksi ke internet.

Bahkan pemerintah daerah Hongkong mengguyur dana sampai $HK 140 miliar untuk pengembangan e-learning dan internet content bagi pendidikan dasar dan menengah, anak-anak SD diberikan 1 device/anak sebesar netbook 5 inch untuk dapat koneksi ke internet, tentu saja dengan proteksi yang sangat ketat.

Pemerintah China berpesan bahwa kemajuan suatu negara tidak dapat dilakukan tanpa peran aktif generasi muda untuk membendung arus informasi dalam hal ini keamanan informasi tersebut, baik dari luar maupun ke dalam, kerugian besar pasti terjadi bila tidak ada proteksi dan filtering yang baik, begitu juga dengan peran pemerintah Indonesia diharapkan mampu turut serta untuk mengembangkan dan bekerja sama dengan negara lain dalam hal keamanan informasi dan penanggulangan insiden.

Demikian laporan sekilas pandang dari konferensi internasional Keamanan Informasi dan Penggulangannya di Changsha, China, sekitar 90 menit penerbangan dari Hongkong. Changsha (Hanzi sederhana) merupakan ibukota Hunan, sebuah provinsi di selatan tengah Republik Rakyat Cina, terletak di hilir sungai Xiangjiang, sebuah cabang dari Sungai Yangtze.

*) Penulis adalah IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII, sekaligus Dosen Keamanan Jaringan dan Cybercrime, dapat dihubungi di email: mantra@idsirtii.or.id.