Minggu, 03 Mei 2009

Diferensiasi dalam Pendidikan


Belakangan ini di kelas sempat beberapa kali ada pembahasan mengenai diferensiasi dalam pendidikan. Maksudnya, mengenai bagaimana para siswa dibedakan menurut suatu ukuran tertentu.

Contoh-contoh diferensiasi dalam pendidikan seperti ini:
  • Diferensiasi berdasarkan jenis kelamin, seperti di beberapa sekolah seperti pesantren, dan beberapa sekolah katolik seperti SMU Tarakanita, Kanisius, dan Pangudi Luhur
  • Diferensiasi berdasarkan umur, misalnya kelas 1 umur 6-7 tahun, dst
  • Diferensiasi berdasarkan kepandaian (dalam bidang tertentu), kalau di UK misalnya kadang-kadang di kelas matematika, anak-anak dipisahkan berdasarkan kemampuan. MIsalnya yang jago matematika di satu meja, yang menengah di meja lain, yang kurang di meja lain, tugas mereka biasanya beda-beda dan mungkin sang guru akan lebih banyak berada di meja yang anak-anaknya kurang kemampuannya. Kalau di UK, biasanya pemisahan ini seringkali untuk pelajaran matematika saja.
  • Diferensiasi berdasarkan tingkah laku, misalnya anak yang suka ribut diminta duduk di depan, biar bisa lebih diperhatikan guru
  • Diferensiasi berdasarkan performansi akademik, dimana anak-anak yang nilainya bagus digabungkan (di satu sekolah) atau (satu kelas), sedangkan anak yang nilainya kurang dipisah.

Kalau di sini, ada sistem yang memang melakukan diferensiasi berdasarkan performansi akademik, tapi ada juga yang sistemnya Mixed ability group artinya, siswa yang performansi akademiknya berbeda-beda digabungkan dalam satu kelas ataupun satu sekolah.

Sekolah yang mixed ability, ada yang sistem penerimaan siswanya berdasarkan undian (jadi siapapun punya peluang yang sama untuk diterima). Berdasarkan beberapa tulisan yang saya baca, program-program mixed ability ini dianggap lebih baik (walaupun masih dalam tahap perdebatan)

Dalam sekolah yang menerapkan sistem mixed ability, anak-anak jadi bisa belajar satu sama lain. Anak yang jago di matematika misalnya bisa membagikan pengetahuannya pada teman-temannya yang lain, sedangkan anak yang jago bahasa juga bisa melakukan hal yang sama. Berdasarkan beberapa penelitian (lupa detailnya), anak-anak yang sekolah di sekolah mixed ability jadi belajar bahwa setiap anak punya keunggulannya masing-masing. Ada anak-anak yang pandai secara akademik dalam bidang-bidang ternetu, ada juga dalam bidang-bidang lain, ada yang kemampuan akademiknya biasa-biasa saja atau malah kurang tapi jago bergaul, ada yang jago organisasi, ada yang jago seni, dan sebagainya. Dan mereka bisa belajar satu dari yang lain.

Di Indonesia, jelas-jelas terjadi diferensiasi berdasarkan performansi akademik. Anak-anak yang memiliki performansi akademik yang bagus akan masuk sekolah-sekolah 'unggulan'. Yang performansinya kurang, mungkin masuk sekolah-sekolah lainnya. Saya tidak tahu praktek ini didasarkan pada apa, Apa ada penelitian mengenai efek baik/buruk diferensiasi berdasarkan performansi ini di Indonesia? Saya belum tahu.

Jujur saja, saya masih bingung tulisan ini mau dibawa kemana (karena ide saya tentang topik ini belum utuh).

Yang jelas, tulisan ini merupakan sebuah pembuka, untuk menanyakan pendapat teman-teman tentang diferensiasi dalam pendidikan di Indonesia. Bagaimana kalau saya membiarkan teman-teman yang bercerita? :)

Prof. >>Chan


Penelitian David dianggap sah. Tanpa pikir panjang David membawa penelitian itu dalam bentuk USB segera ke kampus pagi sekali pukul 7 sesuai jadwal yang ditentukan Prof. Chan. Sebelum berangkat David mengirimkan pesan kepada Angel untuk bertemu di kampus makan siang bersama. Saat pesan SMS itu masuk Angel masih tertidur, David pun berangkat sepagi mungkin menghadap sang Prof. Ketika tiba di lantai 4 sang Professor, David menemukan sang Prof sedang terduduk sehabis memotong apel. Ketika David datang ia membuang sisa Apel itu ke keranjang sampah, dan menyimpan pisau itu ke saku bajunya.

David tak sadar sedang berada dalam jebakan sang Prof. Chan.Pria tua itu meminta David untuk sekali lagi mencontohkan hasil penilitiannya, setelah menyaksikan penelitian itu pria itu semakin yakin bahwa David benar-benar jenius. Ia meminta David untuk memberikan USB itu lalu berkata dengan santai," David.. Apakah kamu yakin ini penilitian kamu?"
" Ya, tentu saya yakin. Memang kenapa Prof?"
" Apakah kamu tidak sedang mengambil penelitian seorang mahasiwa lain bernama Zhou,?"
" Zhou siapa dia?"
" Dia adalah asisten dosen yang sudah dipecat, ada kemiripan antara penelitian kamu!"
" Mustahil..!" ucap David kesal." Kamu boleh bilang mustahil tapi saya punya hasil document dia yang sama.. coba perhatikan komputer saya?"
David menyaksikan sebuah klip kecil yang dilakukan seorang pria dan Prof mengatakan bahwa pria itu adalah Zhou yang sedang mendemokan hasil yang sama dengan David. " Tidak mungkin. Prof. Bagaimana pria itu bisa melakukan hal yang sama dengan saya!"
Prof tersenyum sambil berkata." Kamu bukanlan seorang di dunia yang ini yang Jenius, masih banyak lagi..!"
David terdiam mulai berpikir ada yang salah, ia yakin sang Professor melakukan tindakan licik.
" Professor kembalikan USB saya..!?"
" Untuk apa..?"
" Tidak apa-apa , saya ingin dikembalikan saja..!"
" Tidak bisa, ini akan menjadi barang bukti bahwa kamu telah melakukan pelanggaran di kampus karena melakukan penjiplakan karya orang lain sebagai skripsi kamu!"
David mulai emosional." Silakan saja, saya tidak takut, saya akan buktikan bahwa itu tidak benar..!" ucap david sambil hendak keluar dari ruangan.

Cara professor dalam ancaman sepertinya salah , ia pun mendekati David sambil membujuk pria itu untuk tenang. Sembari menawarkan opsi lain berupa uang dalam jumlah yang banyak, David tetap pada pendiriannya bahwa ia adalah sang penemu pertama kali. Prof Chan yang emosional langsung menusukkan pisau itu ke bagian belakan badan David tapi hanya sebuah goresan kecil, David berteriak minta tolong. Zhou yang akan memulai kerjanya hari ini berpikir untuk datang menemui Prof. Chan hari ini, ia mendengarkan suara teriakan dari arah pintu Prof Chan. David yang merasa terancam berusaha melawan dengan sekuat tenaga, tapi sebuah bilasan pisau di leher membuatnya langsung tersungkur tak sadarkan diri. Tapi David masih mampu berdiri dan meraih pintu dan membukanya, Zhou yang berada di depan pintu terkejut melihat adegan itu.

David yang mulai tak sadarkan diri mulai berlari tanpa arah dan akhirnya terjatuh dari balkom lantai empat dekat ruangan itu. Zhou begitu shock melihat kejadian itu, Prof. Chan yang melihat Zhou ada disana langsung menyuruh pria itu masuk ke ruangan.
" Kamu melihat semuanya?"
" Tidak saya tidak melihatnya.. !"
" Ingat.. Saya yang menyelamatkan nyawa ibu kamu, sebaiknya kamu tutup mulut.!"
" Saya tidak akan katakan apapun..!"
Prof. Chan yang begitu panik mulai tenang dan berpikir sesuatu.
" Tusuk punggung saya dengan pisau ini.." Perintah Prof pada Zhou
Zhou tidak punya pilihan selain melakukan perintah sang Prof Chan.

Lalu pria itu menyuruh David mencabut gagang pada pisau. Sebelumnya ia katakan bahwa ia akan membuat seolah-olah David bunuh diri dan tusukan pada dirinya hanya sebagai alibi, untuk menghilangkan barang bukti gagang pisau itu harus segara dibawa pergi oleh David agar tidak terdapat sidik jari dan membiarkan mata pisau terletak di lantai. David yang panik melakukan begitu saja perintah sang Prof, dan rencana itu berjalan dengan baik.

Angel yang baru saja menerima pesan David segera menuju kampus, ketika Ia datang banyak garis polisi terpampang di pintu Kampus, ia bertanya-tanya ada apa gerangan. Seorang mahasiwa mengatakan bahwa seorang mahasiswa bunuh diri dengan melompat. Angel begitu bingung, dan ketika ia mendekat hatinya bergetar dan berteriak histeris ternyata pria itu adalah David.

Beberapa saat kemudian Prof. Chan keluar dengan bantuan alat medis seperti orang sekarat. Beberapa orang mencoba menenangkan Angel,Terlihat Zhou saksi kasus itu berdiri ketakutan menyaksikan kejadian itu. Prof. Chan melirik Zhao dari matanya tersilat pesan kepada Zhou untuk tidak bertindak apapun selain menjaga rahasia ini. Kejadian kematian David begitu memukul Angel, gadis itu bahkan berpikir telah jatuh cinta pada sang pria ceria itu. Kematian yang begitu misterius membuat Angel begitu penasaran dengan apa yang terjadi, Tidak mungkin seorang David yang mempunyai masa depan begitu cermelang harus bunuh diri. Ia tidak yakin dengan kematian itu, walaupun bersedih hati ia bertekad mencari kebenaran kematian itu karena ia yakin David tidak akan melakukan tindakan bodoh disaat ia sedang menggapai mimpinya.

Prof. Chan berhasil selamat dan keluar dari rumah sakit dua hari kemudian. Zhou yang menjadi saksi mata merasa sangat bersalah dengan berita miring yang ada di media seolah membuatnya menjadi pria pendusta, tapi ia tidak mungkin tega memberikan penyataan kalau Prof. Chan adalah orang dibalik semua ini. Prof. Chan meneleponnya untuk mengatakan sekali lagi bahwa sang ibu selamat karena dia. Zhou merasa hina ia pun memutuskan untuk bunuh diri dengan mengantung diri di balkon rumahnya.

Prof. Chan berpikir kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam kematian David telah musnah, terlebih alibi yang ia lancarkan berjalan sempurna. Angel menyadari ada kenjanggalan dalam semua ini, ia mulai mencari semua data yang bisa membuktikan bahwa apa yang terjadi pada David adalah sebuah konspirasi yang dilakukan Prof. Chan. Berbulan-bulan ia melakukan berbagai cara untuk melakukan pembuktian. Prof Chan yang sembuh merasa mulai perlu untuk mengeluarkan bukti penelitian yang ia ambil dari David. Hebatnya penelitian itu adalah nama yang sama dengan milik David, Angel pun sadar niat dibalik semua kematian David adalah ambisi sang Prof untuk mengambil hak cipta David.

Untungya David pernah membuktikan terlebih dahulu hasil karyanya saat makan di restoran mewah, file name Bluetooth milik David masih tersimpan di ponselnya. Ia pun seperti mendapatkan semangat untuk membuktikan kebeneran, ia laporkan semua bukti yang ia punya kepada Polisi, Polisi pun melakukan investigasi ulang dan mendapatkan sebuah kebeneran yang terjadi. Prof. Chan yang baru saja menikmati nama besarnya, akhirnya mendapatkan ganjalan perbuatannya karena kelicikan dan kekejamannya, Angel berhasil membuktikan bahwa pria itu layak dipenjara seumur hidup.

Angel merasa lega karena perkenalan dia dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk
membelah masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang, Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya

Wanita Buta

Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dengan tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus. Dengan tangannya yang lain di meraba posisi dimana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yang kosong dengan tangannya. Setelah yakin bangku yang dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat.

Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna. Dia adalah wanita yang penuh dengan ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun di lingkungannya. Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya.

Kegelapan, frustrasi, dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yang selama ini dicita-citakan. Merasa tak berguna dan tak ada seorang pun yang sanggup menolongnya ada yang selalu membisiki hatinya. \"Bagaimana ini bisa terjadi padaku?\" dia menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa.

Tapi, tak peduli sebanyak apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdo'a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali. Diantara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai suami yang begitu penyayang dan setia, Burhan. Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yang bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin dengan seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam kedalam jurang keputus-asaan.

Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaya diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta. Burhan tahu, ini adalah perjuangan yang tidak gampang. Butuh extra waktu dan kesabaran yang tidak sedikit. Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dengan terhormat.

Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dengan harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan? Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan. Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana saja sendirian. Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yang akan melindunginya ketika sendirian? Begitulah yang berkecamuk di dalam hati Yasmin yang putus asa.

Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yang sedang frustasi dengan sabar. Dia merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah, dimana Yasmin musti belajar huruf Braile. Dengan sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yang dituju. Dengan susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dengan seragam dinas security.

Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yang harus dijalaninya. Dengan hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang. Sebab bagaimanapun juga Yasmin masih terpukul dengan musibah yang di alaminya.

Seperti yang diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan. \"Saya buta, tak bisa melihat!\" teriak Yasmin. \"Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu telah benar-benar meninggalkan saya.\" Burhan hancur hatinya mendengar itu.

Tapi dia sadar apa yang musti dilakukan. Mau tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yang mandiri. Burhan tak melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan setelah dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dg tongkatnya. Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia berada.

Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dengan tenang Burhan pergi ke tempat dinas. Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yang begitu setia dan sabar membimbingnya. Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi. Tak mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yang harus dilakoni. Dan dia adalah wanita yang dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan dan wanita yang tak bisa diam saja.

Kini dia harus menjadi Yasmin yang dulu, yang tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan belajar. Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar, dengan mengendarai bus kota sendirian.

Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus,
Sopir bus berkata, "saya sungguh iri padamu".
Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya. "Anda bicara pada saya?"
" Ya", jawab sopir bus.
"Saya benar-benar iri padamu".
Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini seorang buta, wanita buta, yang berjalan terseok-seok dengan tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri?
"Apa maksud anda?" Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu.
"Kamu tahu," jawab sopir bus,
"Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dengan seragam militer selalu berdiri di seberang jalan. Dia memperhatikanmu dengan harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita beruntung, ada yang memperhatikan dan melindungimu".

Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tersebut, dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yang lebih berharga dari penglihatan. Sebuah pemberian yang tak perlu untuk dilihat; kasih sayang yang membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.

***

Teman, kita ibarat orang buta.
Yang diperintahkan untuk mengabdi kepadaNya ...
bekerja dan berusaha
Kita adalah orang buta yang terus diberi semangat ..
Kita tak bisa melihat Allah.
Tapi Allah terus membimbing kita seperti cerita Yasmin
untuk memompa semangat kita .

Note :
Ketika malam telah menjadi gelap,
dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata:
"Inilah Tuhanku"
Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata:
"Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
( Q.S. 6:76 )

Wassalam