Selasa, 02 September 2008

5 Pelajaran Berharga

1. Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung!!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".
2. Pelajaran Penting ke-2
Penumpang yang Kehujanan Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : "Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat...hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu" Tertanda Ny.Nat King Cole. Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA
3. Pelajaran penting ke-3
Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya.... " Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. "Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..."ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak".....
4. Pelajaran penting ke-4
Penghalang di Jalan Kita Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
5. Pelajaran penting ke-5
Memberi, ketika dibutuhkan. Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarel awan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku". Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter...?" Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya...
Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, *Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,* Joget & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.
... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG...

Dialog Dua Sahabat...

Adi Sastra: assalamulaikum...
Arman puspa: wa 'alaikum salam....
Adi Sastra: gimana kabarnya pak?
Adi Sastra: apk maksudnya apa anggaran pendidikan 14?
Arman puspa: dalam RAPBN anggaran pendidikan 14,4 itu adalah 20% dari RAPBN
Adi Sastra: kecil bgt yah????? masa sih emang APBN kita berapa sih
Arman puspa: ya mungkin sekitar 200-an, saya baca di mailis kok itu
Adi Sastra: masih gedean juga real madrid ya pak?
Arman puspa: yups, tapi itu masih ada tambahan RAPBD harus 20% juga
Adi Sastra: terus cadangan APBN jepang 1 Triliun dollar katanya
Arman puspa: asal oknumnya gak main ya pendidikan Indonesia cepat majua, saya heran dengan berdirinya klub guru
Adi Sastra: kenapa?
Arman puspa: seharusnya klub guru itu memperjuangkan peningkatan sdm, bukan menggelar seminar yang investasinya 65 rb
Arman puspa: umum 85 rb
Adi Sastra: pak sekolah saya pernah dapet bantuan sebesar 350 juta cuma dapet komputer 19 laptop 2 infocus 2
Arman puspa: lha kalau mendirikan organisasi apalagi guru, trus mencari dana-nya dari guru ya kurang pas lah
Adi Sastra: bener, setuju
Arman puspa: yups, itulah mo memajukan anak bangsa kok masih mau nyunat
Arman puspa: ya ... itulah oknum2 yg belum sadar n belum terbuka mata hatinya
Adi Sastra: susah bgt, waktu itu kita sistem tender jadi banyak masuknya ke tukang tender ke kitanya dikit bgt
Arman puspa: yups
Arman puspa: kalau kita dalam mencapai sesuatu (jabatan) dengan uang, maka selalu kepikir akan mengembalikan investasinya
Adi Sastra: terus bgusnya gimana bih pak buat kemajuan pendidikan
Arman puspa: krn jalannya nyunat, ya itu juga yg dilakukan
Adi Sastra: terus gimana dong?
Arman puspa: ya jelas dalm penerimaan pns apapun
Adi Sastra: emang pak
Arman puspa: copy hasil dah kunci dikembalikan ke peserta bersamaan dengan pengumumannya
Adi Sastra: oh gitu yah
Arman puspa: ya jadi kita bisa protes kalau jawban kita benar, kalau ya akhirnya kita tahu kesalahan kita
Adi Sastra: oh gitu ya pak
Adi Sastra: terus yang baiknya gimana buat ke depan
Arman puspa: yups, coba berikan masukan ke klub guru tuh?
Arman puspa: yg pendidikan skr guru itu harus trampil
Adi Sastra: itu dia arman puspa: gak perlu itu seminar
Arman puspa: tapi dilatih ketrampilannya sesuai bidangnya
Adi Sastra: memang dan saya fikir mereka hanya mencari sertifikatnya saja dan saya yakin itu
Arman puspa: itulah, kalau pemimpinnya gak pernah kerja dilapangan dan tidak memiliki jiwa trainer, kalau pengetahuan itu bisa baca buku..kalau ketrampilan harus banyak latihan
Adi Sastra: setuju
Arman puspa: nah yang penting guru sekarang itu trampil
Adi Sastra: pak kayaknya saya mau ngajar dulu oke
Arman puspa: trus kalau trampil gak takut dipecat atasannya
Adi Sastra: pasti
Arman puspa: karena bisa bekerja dibidang ketrampilannya
Adi Sastra: ia
Arman puspa: ok dilanjut nanti ya, mo sholat dulu nih

Kelaparan atau Dimakan Singa?

Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa. Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda berlari! Jangan lewatkan waktu sedetik pun, cepatlah berlari menjemput impian anda! Berusaha adalah mengambil resiko. Tapi resiko harus dihadapi karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali. Orang yang tidak berani menghadapi resiko, tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Mereka mungkin saja menghindari penderitaan dan kesengsaraan. Tapi mereka tidak bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau hidup. Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri. Hanya orang yang berani mengambil resiko adalah orang yang bebas.
Ambil resiko SEKARANG!! Baca juga (tanpa spasi):- Bisnis-bisnis Prospektif di Bulan Ramadhan http://dexton. adexindo. com/artikel- agustus4- ide-bisnis- ramadhan. html- Sudah Tepatkah Pilihan Pekerjaan Anda? http://dexton. adexindo. com/artikel- sudah-tepat- pekerjaan. html- Anda Smart Worker? http://dexton. adexindo. com/artikel- agustus3- anda-smart- worker.htmlHappy Reading! Mudah-mudahan bermanfaat yaa ;) Rosa S. RustamDexton IndonesiaMajalah Online untuk Pebisnis Pemula http://www.dexton. adexindo. com PS: Buat rekan-rekan yang mau sharing soal bisnis atau sekedar say hello, kontak langsung aja yaa ke ocha@adexindo. com
************VISI MISI Dexton Indonesia************
Meningkatkan dan Menyebarluaskan Semangat Kewirausahaan dengan publikasi artikel motivasi berbisnis dan informasi peluang bisnis/manajemen usaha (setiap minggu) melalui newsletter, ebook, email, forum, milis, website, blog dan media komunikasi online lainnya Sebagai Wadah Edukasi dan Networking bagi Pewirausaha Indonesia dalam Berbisnis Mandiri Menuju Kehidupan Sukses dan Sejahtera